Selasa, 18 Mei 2010 | By: dudhy frihansyah thufail Erlanda

Misteri Pendopo Kota Bandung

Pendopo Kota Bandung adalah sebutan untuk rumah dinas Walikota Bandung. Letaknya persis di sisi sebelah timur Alun-alun Bandung. Bangunan yang didirikan Bupati Bandung RAA Wiranatakusumah II awal abad 18 ini sarat dengan cerita seram. Sejarah pendiriannya pun diwarnai kejadian yang sulit diterima akal sehat. Kabarnya, bangunan bersejarah ini masih dihuni sejumlah mahluk halus.

Bangunan pendopo kota Bandung punya sejarah panjang. Keberadaannya tak lepas dari sulitnya Bupati Bandung ke-6 RAA Wiranatakusumah II (1763-1794), mencari lokasi ibukota Kabupaten Bandung yang Baru. Menurut pini sepuh Bandung, Bupati Wiranatakusumah II yang bernama asli Raden Indrareja dan kerap juga disebut Dalem Kaum ini, adalah tokoh yang memiliki banyak kelebihan dibanding bupati Bandung lainnya. Selain dikenal sakti, Bupati Wiranatakusumah juga memiliki ilmu-ilmu yang tak dipunya kebanyakan orang.

Ibukota Baru

Awal abad 18, suasana ibukota Kabupaten Bandung sudah dianggap tidak layak lagi sebagai lalu lintas administrasi pemerintahan. Gubernur Jenderal Mr Herman Willem Deandels, penguasa Hindia Belanda ketika itu, melihat perlunya memindahkan ibukota Kabupaten Bandung ke tempat lain. Maka pada 25 Mei 1811, ia memerintahkan Adipati Wiranatakusumah II, bupati Bandung ketika itu, untuk memintahkan ibukota ke Krapyak atau Citeureup. Hanya saja, dimana letak persisnya tidak tahu pasti.

Setelah melayari sungai Cikapundung, akhirnya sang bupati merapat di suatu tempat. Batinnya merasa tempat itu sebagai lokasi yang pas untuk sebuah ibukota. Sambil beristirahat bersama rombongan, Bupati Wiranatakusumah II menancapkan tongkatnya di tanah. Dia lalu menunjuk sebuah tempat tak jauh dari tempatnya berdiri, sebagai tempat bermalam. Rombongan lalu mendirikan tenda-tenda. Nah, keajaiban pun terjadi. Ketika sang Bupati mencabut kembali tongkatnya, bekas tanah yang tertancap tongkat itu tiba-tiba mengeluarkan air. Air itulah yang kemudian dipergunakan untuk keperluan selama berkemah.

Dan pada malam harinya, tepat di sekitar lokasi tenda-tenda itu terlihat sinar terang yang jatuh dari langit. Sang bupati mendapat firasat dan merasakan tempat itu sebagai lokasi yang pas menjadi ibukota Kabupaten Bandung yang baru. Sejak saat itu, dia mengumumkan bila lokasi disisi Sungai Cikapundung itu sebagai ibukota Kabupaten Bandung yang baru.

Lokasi tenda-tenda perkemahan rombongan dijadikan pendopo. Sementara sumber mata air menjadi sebuah sumur yang airnya tak pernah kering. Sang Bupati kemudian wafat tahun 1829, dan dimakamkan di belakang masjid Kaum Bandung, sekarang mesjid Agung Bandung atau Masjid Raya Jawa Barat. Setelah wafat, rakyat kerap menyebutnya Dalem Kaum.

Ir Haryoto Kunto, yang digelari masyarakat sebagai kuncen Bandung, menyebut sumur itu dengan nama Sumur Bandung. Ternyata, Sumur Bandung tersebut ada dua buah. Yang pertama terletak di bawah Gedung PT PLN Distribusi Jabar dan satunya lagi di bawah gedung Miramar. Kedua sumur itu lokasinya berdekatan, hanya dipisah jalan Asia Afrika yang ramai. Kedua sumur itu, konon menjadi tempat bersemayamnya mahluk halus. Dia adalah seorang putri cantik jelita bernama Kentring Manik atau Nyi Ken Buniwangi. Sang putri kerap disebut penunggu alam gaib kota Bandung.
Penuh Misteri

Sejak bangunan pendopo yang berbentuk joglo itu didiami para Bupati Bandung, kisah-kisah penuh misteri senantiasa menyelimuti. Misalnya saat Wahyu Hamijaya (1993-1998) menjabat Walikota Bandung. Ada beberapa kisah menarik, sekaligus menyeramkan. Ketika itu, pada salah satu bagian lantai pendopo mengalami kerusakan secara tiba-tiba. Hanya saja, kerusakan itu terlihat aneh. Lantai pendopo terbelah memanjang, seolah-olah ada sesuatu yang menyeruak dari dalam tanah. Kejadian aneh ini tentu menggemparkan para penghuni pendopo.

Menurut cerita yang berkembang, kerusakan itu akibat seekor ular besar yang muncul dari bawah tanah. Lalu menyeruak ke permukaan tanah, persis di dalam bangunan pendopo. Akibatnya, lantai dari tegel (keramik) itu rusak, membentuk galian parit mirip proyek pemasangan kabel PLN. Para pegawai pendopo yang menyaksikan kejadian langka itu ketakutan. Mereka takut kalau-kalau ular itu muncul lagi dan memangsa mereka. Seorang ahli hikmah mengatakan bila perbuatan itu dilakukan oleh sembarang ular.

Seiring dengan kejadian itu, di bagian lain kerusakan lantai terlihat bekas-bekas cakaran kuku binatang. Dipastikan bila itu bekas cakaran harimau yang ukurannya besar. Dua kenyataan itu jelas membuat para pegawai pendopo ketakutan. Sebab mana mungkin dalam keadaan normal, ada seekor ular besar keluar dari tanah dan seekor harimau besar muncul di dalam pendopo. Dalam hati mereka bertanya-tanya, mengapa hewan-hewan aneh bisa muncul dari dalam pendopo?

Kejadian aneh lain juga dialami Ny Wahyu Hamijaya, ibu walikota Bandung. Beliau kerap mengalami hal-hal aneh di dalam kamar. Kerap kali Ny Wahyu mendapati kamarnya berantakan oleh koper-koper yang berpindah tempat. Belum lagi baju-baju sering berpindah dari tempat asalnya. Namun, ketika ditanyakan kepada para pembantunya, mereka menyahut tak tahu. Lantas, siapa yang memindahkan koper-koper itu? Siapa yang membuat berantakan baju-baju yang telah disusun dalam lemari? Banyak yang mengatakan itu perbuatan mahluk-mahluk halus yang menghuni pendopo. Wallahualam.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar: