Minggu, 27 September 2015 | By: Dudhy Dam

PERSIB dan Energi Yang Tak Terbantahkan

Salam,

Selamat siang dan selamat ngopi di siang hari.
Di siang hari yang 'panas mentrang' di bumi Borneo ini, kembali saya coba menulis susuatu yang menurut saya menarik untuk kita angkat.
Di dunia maya pastinya masih ramai dengan perbincangan Leg ke-2 babak 8 besar Piala Presiden 2015 yang berlangsung akhir pekan kemarin.
Kali ini saya menyimpang dari bahasan gelaran Piala Presiden tersebut untuk mencoba menggangkat sisi lain dari Persib Bandung.

" dan Persib kami bukan lah sebatas sepakbola semata, lebih dari itu Persib adalah kultur Bumi Priangan yang terbentuk bahkan sejak sebelum kami terlahir "

Begitulah kira-kira yang dapat saya gambarkan untuk sekedar mewakili kata hati para bobotoh di manapun adanya.

Berbicara Persib seolah tak akan ada habis nya.
Persib adalah energi yang luar biasa, tak berlebihan kiranya bila dapat saya simpulkan bahwasanya Persib adalah sebuah simbol yang sanggup mempersatukan hubungan emosional dan mengikis sekat perbedaan para Bobotoh yang terangkum di dalamnya.

Persib adalah sebuah kehormatan dan kebanggan warga Bandung dan Jawa Barat pada umumnya, dan yang lebih menarik saya amati, Persib pun telah ber-metamorposis menjadi magnet yang sanggup menarik animo dan fanatisme dari loyalis-loyalis lintas Ras, dan tidak terbatas hanya pada ' Urang Sunda ' semata. Ada beberapa Bobotoh yang sama sekali tidak terikat garis keturunan Sunda yang kemudian menjadi loyalis tim yang di juluki Maung Bandung ini, ada kebanggan tersendiri saat mereka menyaksikan pertandingan Persib baik langsung ataupun hanya sebatas menyaksikan di televisi. 

Memakai atribut bernuansa Persib pun seolah menjadi ritual resmi yang selalu melekat pada mereka.
Jangan tanyakan lotalitas dan totalitas mereka kepada Maung Bandung, karena mereka adalah garis terdepan yang menjadi pemain ke-12  yang selalu hadir langsung saat Persib berlaga di kandang lawan, dan tentunya mereka hadir bersama suporter-suporter yang memang berasal dari Jawa Barat yang sedang berada di tanah rantau, terlepas dari organisasi kelompok suporter manapun yang terpenting adalah, bahwa mereka hadir untuk mendukung tim Kesayangan mereka berlaga.

Laga tandang atau dalam bahasa kekinian nya acapkali kita sebut dengan 'away day' Persib adalah menu tontonan yang selalu meraka rindukan saat Persib dijamu tim tuan rumah tempat mereka berdomisili saat ini, 'away day' bukanlah laga yang mudah untuk di hadapi, tak seperti saat kita menyaksikan Persib berlaga di Bandung, Bobotoh yang notabene menjadi minoritas di kandang lawan tak jarang harus mendapatkan 'teror' dan 'intimidasi' dari oknum-oknum suporter tuan rumah. Maka disini saya tekankan bahwa kita patut berbangga hati dengan kehadiran loyalis-loyalis Persib yang berasal dari luar warga Jawa Barat yang turut hadir mendukung, menyuarakan yel-yel tanpa henti, serta merapatkan barisan dengan Bobotoh Persib yang berasal dari Jawa Barat di tanah rantau. Bukti terakhir adalah bagaimana kita melihat militansi mereka saat Leg pertama babak 8 besar Piala Presiden 2015 di Samarinda, meski dengan kekuatan yang bisa dibilang kalah berimbang dengan suporter tuan rumah PBFC, tapi fanatisme mereka sanggup membuat seisi stadion 'segiri' dan penonton yang menyaksikan di layar kaca merinding.
Olla, Maya, Dhara ( Bobotoh Asli Kalimantan )

Kembali pada topik bahasan dan sedikit menyimpulkan bukti terakhir yang saya paparkan di atas, semua ini tak lepas dari 'nyali' dan 'mangprang' nya Bobotoh yang tersebar di hampir seluruh Nusantara, mereka lah yang kemudian menularkan semangat militansi dan loyalitas yang seolah tanpa batas, mereka pula lah yang kemudian menghidupkan atmosfer kecintaan para Bobotoh yang sama sekali tidak ada garis keturunan Sunda.

Semua juga tak terlepas dengan akar budaya Jawa Barat yang 'someah hade ka semah' serta 'bisa mihapekeun awak jeung diri', lantas kemudian lahirlah loyalis-loyalis 'non Sunda' yang dengan bangga nya berteriak lantang bahwa kami 'Biru' dan kami ada dimanapun Persib berlaga.

Dan harus di garis bawahi, suara lantang tanpa komando semacam itu lazim terdengar di pertandingan-pertandingan tandang Persib, dari ujung Aceh hingga Papua, bahkan sampai keluar batas wilayah Indonesia, meraka juga hadir pula meramaikan 'khazanah' per Bobotohan di tempat meraka masing-masing.
Sebagai contoh misalnya Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, serta negara-negara Asia lain nya seperti Jepang dan Korea. Bahkan tak sedikit loyalis Persib diwarnai dengan hadirnya Bobotoh yang berkebangsaan asing, yang seolah mereka tertarik oleh magnet dan nama besar Persib itu sendiri ( searching deh sendiri kalo kada percaya di mbah google, hehe ).
Kembali dalam hal ini saya garis bawahi bahwa Persib bukan semata Sepakbola, Persib adalah kultur yang mampu menarik animo lintas batas dalam dimensi ruang, tempat dan waktu. Pembicaraan Persib seolah menjadi perbincangan menarik yang dapat kita temui dari mulai obrolan ringan di kedai kopi, warung mie instan sampai dengan dunia maya, tak salah kiranya saat Persib berlaga, tema Persib selalu saja mendapat rating teratas, baik itu rating tayangan televisi, trending topic di dunia maya yang selalu hangat di perbincangkan.
Oyond ( kiri ), Loyalis Asli Daeng Sulawesi

Benang merah dari tulisan sederhana yang saya buat kali ini adalah bahwasanya Persib adalah Energi yang tak Terbantahkan, yang dapat mempersatukan kami dengan mereka, dan melampau batas stagnasi yang ada, dalam satu suara mendukung Persib Bandung dimanapun berlaga.

Terimakasih dan respect saya sampaikan untuk Bobotoh yang notabene bukan berasal dari Jawa Barat dan bukan Urang Sunda, tapi tetap total dan loyal mendukung kiprah Maung Bandung dimanapun, energi kalian adalah pemantik serta bekal berlipat untuk Kami memberikan totalitas kami pada tim kebanggan kita semua, Persib Bandung.

Suarakan dengan lantang kepada Persib Bandung bahwa ' Anjeun Moal Mapah Nyalira ', asa slogan kleub Liga Inggris yah? Bae ah.
Kita adalah mereka dan mereka adalah kita, kita adalah satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan.. ciee romantis!!

JAYALAH PERSIBKU.

Sekian dan terimakasih.

Penulis adalah seorang buruh asli 'nonoman sunda' yang sedang merantau dan mencari suaka di negeri sendiri.

twitter @dudhydam2
Senin, 21 September 2015 | By: Dudhy Dam

AwayDay PBFC v PERSIB 2015


Salam Olah Raga..
Busyet gayanya sudah seperti pramu warta acara di televisi saja.
Mungkin ini hanyalah rangkuman cerita sederhana perjalanan Maung Bandung beserta bumbu-bumbu sebelum dan seusai 2x45 menit di lapangan tour Persib di gelaran leg pertama babak 8 besar Piala Presiden 2015, saya coba fokus di atmosfer pertandingan dan semua yang ada di dalamnya, ya mungkin hanya paparan sederhana sembari ngopi-ngopi dan menghabiskan sepiring pisang goreng di hadapan saya saja ( padahal mah sambil begadang gajelas, can tunduh atuda aslinyah gaiss!! ).
Lanjut, dari beberapa hari sebelum pertandingan suasana mulai memanas dengan lontaran-lontaran psywar dari juru racik tim tuan rumah PBFC Iwan Setiawan, saya rasa ini hal lumrah dalam sepakbola, dan sebagai penikmat sepakbola yang cerdas pasti akan menanggapi dengan arif pula. Langkah awal dimulai ketika kawan-kawan dari komunitas suporter Viking Borneo Samarinda bersilahturahmi ke Mabes Pusamania yang notabene adalah base nya suporter tuan rumah yang berlokasi di area Stadion Segiri Samarinda, perjumpaan sederhana penuh keakraban ini di hadiri oleh beberapa orang perwakilan dari kawan-kawan Viking Borneo Samarinda serta di terima baik oleh perwakilan dari Pusamania yang di hadiri oleh Bang Tommy dan Bang Hendrik /Ijen selaku dirijen lapangan.
Alhamdulillah poin utama dari pertemuan itu, pihak tuan rumah menyambut ramah kehadiran suporter Persib di pertandingan ini dengan beberapa catatan tentunya layaknya kita menyaksikan pertandingan away. Di sepakati pula bahwa panitia pelaksana pertandingan akan menyiapkan tiket 500 potong di tribun VIP ( tapi beli ya, ga gratis.. sumpah wani katabrak kereta )
Lanjut ke hari matchday yang ditunggu, Minggu 20 September 2015, cuaca di Samarinda cerah, sempat ada ke khawatiran pertandingan akan di tunda karena saat saya melewati rute menuju ke titik kumpul suporter Persib, terlihat kabut asap lumayan tebal dan sedikit membuat jarak pandang yang terbatas. 
Tapi Alhamdulillah waktu berjalan dan cuaca pun semakin bersahabat layaknya tinki wingki, lala dan poo :-)
Bobotoh mulai berdatangan dari berbagai tempat dari mulai kota-kota di Kalimantan Timur seperti Samarinda, Balikpapan, Sangata, Bontang, Tenggarong dan lain-lain , serta hadir pula Bobotoh dari luar Kalimantan Timur seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, tak sedikit pula Bobotoh yang langsung datang dari Bandung baik pemburu warta maupun suporter, dan bahkan beberapa suporter pendamping pun hadir di stadion untuk memberikan dukungan pula semisal bonek, pasoepati, persik mania dan lain-lain,  perlu sedikit diketahui bahwa Bobotoh Persib di Kalimantan ini tak hanya sebatas orang jawa barat ataupun sunda, banyak di antara nya adalah warga pribumi dan atau yang berasal bukan dari Jawa Barat yang loyal mendukung Persib baik langsung maupun dengan kegiatan-kegiatan offair ( nonton bareng ) yang selalu menjadi agenda rutin terutama komunitas-komunitas suporter Persib di se-antero Borneo.
Saya sendiri memulai menuju stadion dari titik kumpul yang telah di sepakati yaitu di sekitaran Alaya Samarinda, dari sana rombongan kecil bergerak dengan mengendarai kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Sampai stadion di lokasi, terdapat pula Bobotoh yang datang secara rombongan-rombongan kecil maupun pribadi, ada yang ber atribut dan tak sedikit pula yang hadir dengan style alakadarnya , tentunya henteu nyeker dan pastinya mandi dulu dong gaiss panan nonton di VIP.

Akhirnya sesuai kesepakatan bahwa suporter tamu di sediakan space di tribun VIP, maka perlahan semua Bobotoh dengan tertib memasuki tribun stadion.
Kick Off pun dimulai dan stadion pun mulai riuh dengan yel-yel serta nyanyian-nyanyian dari suporter kedua kesebelasan dengan di permanis suara tabuhan perkusi yang memang sudah di siapkan kedua kelompok suporter ( sumpah gada nyanyian rasis yang saya dengar!! Cius ).
Pertandingan sendiri berjalan menarik, jual beli serangan di lancarkan kedua kesebelasan baik dari tim tuan rumah PBFC maupun tim tamu PERSIB, atmosfer pertandingan mulai terasa panas di dalam stadion, baik itu di hamparan rumput maupun di tribun penonton. 

Di tribun penonton sempat terjadi sedikit insiden dimana salah satu suporter Persib di turunkan dari tribun ekonomi untuk kemudian di pindahkan ke tribun khusus tamu di VIP saat pertengahan babak kedua, menurut pemikiran saya ini adalah antisipasi yang baik dari pihak keamanan yang dibantu oleh Pusamania demi menghindari terjadinya chaos di tribun penonton, dan sampai dengan pluit akhir suport terhadap kesebelasan yang berlaga masih dalam koridor kultur dalam sepakbola, jadi yah saya pribadi sih #enjoyajah hehe.
Sayang, menurut kacamata saya pertandingan yang berjalan menarik ini harus ternoda dengan kepemimpinan juru pengadil di lapangan yang di pimpin oleh wasit Iwan Sukoco.
Keputusan-keputusan yang
berat sabeulah
Sekali lagi ini menurut pandangan pribadi saya loh ya bukan mengatasnamakan kelompok.
Saya ambil contoh permainan keras yang di peragakan salah satu pemain senior di Indonesia Ponaryo Astaman yang cenderung kasar, tercatat sekurangnya melakukan tujuh kali pelanggaran keras yang tidak sedikitpun di tindak oleh sang pengadil Iwan Gatot Sukoco.
Kemudian seharusnya terjadi tendangan penalti saat tendangan Tantan mengenai tangan Diego Michel di dalam kotak penalti pada menit 79 serta di akhirinya pertandingan sebelum waktu tambahan berakhir, karena sebagai catatan bahwa dalam sepakbola waktu sedikitpun bisa merubah keadaan pertandingan. Dan akhirnya pertandingan berakhir dengan kemenangan tuan rumah PBFC dengan kedudukan 3-2.
Hasil yang pantas untuk sebuah pertandingan besar.
Kami terima kekalahan kami dengan lapang dada, dan kami haturkan respect dan terimakasih untuk Abang-Abang Pusamania yang telah berkenan menyediakan tempat untuk kami menyaksikan langsung tim kebanggan kami berlaga di Kota ini. 

Dan bukan bermaksud meng-kambing hitam kan sang pengadil dilapangan, tapi jika kita amati dengan seksama dan cermat, ada beberapa temuan yang memang cenderung merugikan Persib, dan poin nya adalah, barlah pihak penyelenggara tournament ini yang nanti nya meng evaluasi kepemimpinan Iwan Sukoco di pertandingan ini.
Dan akhirnya kami pun beranjak pulang dengan sedikit kesedihan nyurucud cipanon karena tim kami kalah, dan sedikit demi sedikit suporter kami beranjak keluar dari stadion, di luar stadion sendiri secara umum bisa dikatakan kondusif, memang ada beberapa insiden berupa gangguan terhadap suporter kami di luar stadion yang hendak melenglang pulang, saat di parkiran gedung KONI tepatnya masih tidak jauh dari area Stadion Segiri, kami di lempari batu yang mengenai salah satu kendaraan rombongan, untuk menghindari terjadinya kericuhan akhirnya kami beranjak keluar area stadion bersama-sama, sempat pula ada yang hendak di pukuli namun alhamdulillah pukulan dari oknum yang mengatasnamakan suporter  itu masih bisa di hindari oleh salah satu kawan kami saat itu.

Sekali lagi saya catat disini bahwa bumbu-bumbu pertandingan away umum nya memang seperti itu

Saya yakin bahwa pelaku intimidasi itu bukanlah real suporter Pusamania, dia adalah segelintir oknum dari sekian banyaknya suporter yang hadir saat itu, saat itu sempat kami lihat ada mobil patroli lewat dan kami berhentikan untuk setidaknya meminta perlindungan atas gangguan oknum tersebut, tak lama setelah itu kondisi kembali membaik dan kita pun pulang secara rombongan kecil ini bersamaan, di tengah perjalanan kita berjumpa dengan rombongan supoter Pusamania, kalau tidak salah saya baca di baju nya tertera tulisan Punk 5 Juanda, kawan-kawan ini sempat berbincang akrab dan menanyakan perihal ada kejadian apa terakhir tadi, dan bahkan dengan ramah kawan-kawan dari Pusamania Punk 5 Juanda ini menawarkan kawalan untuk kami sampai tujuan pulang, tapi karena kondisi sudah dirasa aman kita memilih pulang sendiri dan mengucapkan terimakasih untuk sambutan dan tawaran dari Pusamania Punk 5 Juanda ini ( Ini salah satu contoh suporter dewasa ).
Akhirnya saya sampai di titik kumpul kami di salah satu sudut Kota Samarinda untuk rehat sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke tempat masing-masing.
Benang Merah dari AwayDay hari ini adalah pertandingan berjalan cukup menarik, yang kemudian ternoda dengan kepemimpinan sang pengadil Iwan Sukoco, untuk masalah insiden-insiden di dalam dan di luar stadion tanpa mengesampingkan rasa hormat untuk korban, itu adalah hal biasa dalam tour away, dan saya yakin sekali lagi pelaku adalah oknum dari suporter yang tidak dewasa, bahkan secara umum
Pusamania sendiri menerima kami dengan baik. Permusuhan kami hanyalah sebatas saat pertandingan 2x45 menit saja di dalam stadion. Selebihnya kita tetap kawan dan membaur di luar lapangan.
Selepas pertandingan itu muncul lah provokasi-provokasi dari dunia maya baik itu facebook, twitter dan lain sebagainya yang terlontar dari oknum kedua belah pihak pendukung tim kesayangan masing-masing, hal ini pun menimbulkan ke khawatiran kami yang berada di tanah rantau dan mengais rejeki di sini akan efek ke depan nya yang mungkin akan menimpa kami oleh karena adanya 'perang' dunia maya ini.
Padahal secara umum kami merasa masih dalam kondisi aman selama sebelum dan setelah pertandingan, jadi kami juga sempat heran dengan hal ini.

Jangan Lebay Dong Guys !!!
Saya masih bisa memahami dengan argumen kepemimpinan wasit di pertandingan ini, tapi saya cermati kok malah jadi melebar saling ejek dan saling cela di dunia maya, padahal saya yakin bahwa mereka ini belum tentu yang datang ke stadion saat itu.
Kami ada di Stadion Segiri saat itu dan semuanya kami rasa masih dalam kondisi wajar mengingat animo penonton yang begitu besar saat itu dengan kehadiran penonton yang memadati, jadi dalam hal ini saya mewakili kawan-kawan dari Bobotoh Persib di Kalimatan ini khususnya menghimbau untuk lebih cerdas dalam penggunaan socmed di dunia maya, tolong jangan melontarkan provokasi-provokasi yang cenderung memperkeruh suasana
pliss atulah dewasa!!, khususnya untuk Bobotoh yang ada di Bandung, terimakasih untuk rasa persaudaraan dan empati nya, kembali saya mewakili kawan-kawan di Kalimantan menghimbau untuk tidak terpancing isu-isu yang cenderung berlebihan menyikapi nya.

Ingatlah bahwa sepakbola itu hiburan kita bersama, ingat bahwa ada banyak kawan-kawan kita di rantau dan jaga kondusifitas bersama. 
Jadilah Bobotoh yang cerdas, dan hindari memprovokasi.
Untuk Pusamania dan pihak panitia pelaksana, kami haturkan terimakasih atas di perkenankan nya kami hadir dan mendukung langsung di Stadion Segiri ini, maaf bila ada sikap atau tutur dari suporter kami yang kurang berkenan, harapan kita ke depan semoga di luar lapangan kita tetap menjadi saudara dan menjaga kerukunan kita bersama, seyogyanya sepakbola mempersatukan kita semua, dan bukan malah memecah belah kebersamaan yang sudah terjalin sebelumnya.
Yang lalu biarlah berlalu dan seiring waktu semoga perang dingin di dunia maya akan segera di hentikan, tentunya dengan sikap dewasa dari kita semua.
Mari kita eratkan kebersamaan dengan sepakbola dan bukan malah sebaliknya, tolong hentikan provokasi-provokasi yang memperkeruh suasana, tetap loyal dengan tim kebanggan masing-masing dan reapect terhadap tim dan suporter tim lain.
Sekian kilas sederhana dari perjalanan Away Day kali ini, mohon maaf bila ada salah-salah kata dari paparan sederhana di atas, Terimakasih untuk Bobotoh yang telah hadir langsung di Samarinda ( kalian ruarr biasa gais!! ), dan salam untuk Bobotoh yang menyaksikan pertandingan di layar kaca, Kami sampaikan juga terimakasih untuk Pusamania dan PBFC juga tentunya yang telah menerima kami dengan baik #RespectBadag.
Adapun untuk oknum-oknum baik dari Bobotoh maupun Pusamania, semoga ke depan nya kita bisa lebih bijak dalam menyikapi apapun hasil di dalam pertandingan dan menjadi suporter yang cerdas, kalah ataupun menang adalah hal biasa, tapi persaudaraan dan kebersamaan adalah jauh lebih luar biasa.

Salam Olahraga.
Sekian dan terimagajih *eh

note : saya sertakan kolase beberapa poto dari berbagai sudut yang sempat di abadikan oleh juru warta ( wartawan ) maupun WTS ( Wartawan Tanpa Suratkabar, hehe ).

DudhyDam



Jumat, 03 April 2015 | By: Dudhy Dam

maafkan aku ayah..

Sepasang suami isteri – seperti halnya pasangan2 lain yang tinggal di kota besar biasa meninggalkan anak-anak dalam asuhan pembantu rumahnya sewaktu mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, seorang gadis kecil cantik berusia tiga setengah tahun. Seringkali ia sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya bermain sendirian karena sibuk di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan. Tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretannya tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya…karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing, dan lain sebagainya mengikuti apa yang ada dalam imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu saat melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus berteriak keras, "kerjaan siapa ini ?!!" …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan, lebih2 ketika melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kamu lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata, "Dita yg membuat gambar itu ayahhh, cantik kan?" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"…jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja, "jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap," kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan..," kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah," kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan tersengat halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang bisa dilakukan, semua sudah terlanjur terjadi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. sayang ibu," katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…. Dita janji tidak akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat merubahnya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu harus meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan, dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…

Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran batin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan meninggal diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.

Semoga ada hikmah yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran, amiin..
Kamis, 12 Maret 2015 | By: Dudhy Dam

Paribasa Kolot Baheula

Papatah Kolot Baheula
Paribasa / papatah kolot ka anak-anakna nu sering di dugikeun, sababaraha diantarana tiasa di tinggal dihandap ieu nu parantos di cutat tina sababaraha sumber, sumangga nyanggakeun :

1.           Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust – ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb… kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya).
2.           Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent).
3.           Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada)
4.           Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun).
5.           Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya –> John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb).
6.           Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).
7.            Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga)
8.           Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb).
9.           Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama).
10.       Bobot pangayun timbang taraju (Logic, semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan fairness, logic, common sense, dlsb)
11.       Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang (Vision, Mission, Goal, Directions, dlsb… kudu ada tujuan yg jelas sebelum melangkah).
12.       Kudu nepi memeh indit (Planning & Simulation… harus tiba sebelum berangkat, make sure semuanya di prepare dulu).

13.       Taraje nangeuh dulang pinande (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar).
14.       Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan).
15.       Ulah ngukur baju sasereg awak (Objektivitas, jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri).
16.       Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah/ rakyat jelata)
17.       Ulah keok memeh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras).
18.       Kudu bisa kabulu kabale (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri).
19.       Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Research & Development, Ngulik, Ngoprek, segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan).
20.       Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Persistent, keukeuh, semangat pantang mundur).
21.       Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain).
22.       Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth).
23.       Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat).
24.       Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus pantang mundur).
25.       Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work).
Mulih kajati mulang kaasal (semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa yang maha murbeng alam, semua orang akan kembali keasalnya).
26.       Dihin pinasti anyar pinanggih (semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya).
27.       Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-2nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat…. kira-2 apa yang sudah kita tanam selama ini sampai-2 Indonesia nyungseb seeeeeb
28.       Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya).
29.       Nimu luang tina burang (semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive).
30.       Omat urang kudu bisa ngaji diri (kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain)
31.       Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin (Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-2 yang kita berikan kepada yang lain tsb, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan).
32.       Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak (Sustainable Development ~ Gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan… harus serasi dengan alam.).
33.       Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Pepohonan di hutan ituh harus di hormati, harus dibedakan istilah dipupusti (dihormati) dengan dipigusti (di Tuhankan) banyak yang salah arti disini).
34.        Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara).
35.       Kalayan hapunten bilih kirang tata kirang titi duduga peryoga cologog sareng sajabina. Maklum ciri sabumi cara sadesa, bilih aya cara nukacandak ti desa nu kabantun ti kampung nukajingjing ti patepitan, bilih teu sapuk sareng mamanahan. Punten nu kasuhun.
36.       Jeng dulur mah tong nepikeun tileletik silih ala pati, tilelemet getreng, tilelembut silih ala umur, tibubudak silih ala nyawa.
37.       Ulah nuduh kanu jauh, ulah nyawang kanu anggang, nu caket geura raketan nu dekeut geura deueusan. Moal jauh tina wujud moal anggang tina awak, aya naon jeung aya saha? Tina diri sorangan, cirina satangtung diri. Pek geura panggihan silaturahmi teh jeung diri sorangan, ulah waka nyaksian batur, saksian heula diri sorangan kusorangan weh.
38.       Sing diajar nulung kanu butuh, nalang kanu susah, ngahudangkeun kanu sare, ngajait kanu titeuleum, nyaangan kanu poekeun., mere kanu daek, nganteurkeu kanu sieun
39.       Saban-saban robah mangsa ganti wanci ilang bulan kurunyung taun, sok mineng kabandungan manusa sanajan ngalamun salaput umur kahayang patema-tema kareup hanteu reureuh-reureuh, dageuning anu bakal karasamah anging kadar ti pangeran, manusa kadar rencana, Kabul aya tinu maha agung, laksana aya tinu maha kawasa.
40.       Beurat nyuhun beurat nanggung beurat narimakeunnana. (Kecap nuhun)
41.       Nyumput buni tinu caang, negrak bari teu katembong. (Tawadhu)
42.       Tong Kabobodo tenjo, kasemaran tingali.
43.       Najan Buuk hideung jadi bodas, dada antel kana bumi, buluan belut, jangjangan oray. moal waka wangsul saacan kenging ridho Gusti.
44.       Indung anu ngandung bapa nu ngayuga, indung ngandung salapan bulan melendung, tapi indung henteu pundung sabab taqdir tinu maha Agung.
45.       Urang kabeh teh  Reket dengdeng, papak sarua. (Sarua)
46.       Teu ngakal moal ngakeul, teu ngarah moal ngarih, teu ngoprek moal nyapek.
47.       Eta dina hate maneh leungitkeun sifat sirik, pidik, jail, kaniaya, iren, pangasten, dudupak, rurumpat, ngumpat, simuat, ujub, takabur, nyaci,  maki, jeung pedit
48.       Pangarti nu jadi ciri, kagagahan anu rongkah, kapangkatan nu dipiwegah, geuning percuma tanpa dibarengan ku kaimanan jeung kataqwaan kanu kawasa.
49.       Kade loba jalma nu jadi Bibit rurujit. Indung rurusuh. (provokator)
50.       Bakal bagja dimana hiji nagara geus Sepi paling, towong rampog, nudigawe simpe hate, kaum buruh teu ripuh, karyawan sarenang, para tani sugih mukti, nu dagang ge sugema.Rakyatna dititah gotong royong teu popolotot, dititah bebersih teu cecerengir, dititah nyumbang teu nararantang.
51.       Bru dijuru, bro dipanto, ngalayah di tengah imah, buncir leuit, loba duit, ngenah nyandang, ngenah nyanding, ngenah nyandung.
52.       Para ratu mikayunyun, para menak mikaserab, kolot ngeso, budak era, deungeun-deungeun mikadeudeuh.
53.       Tong Kumeok memeh dipacok, biyuni hayam kabiri, bodas ceuli. (mundur sebelum berperang)
54.       Indit kudu bari cicing, lumampah ulah ngalengkah.
55.       Alam nirwana, alam asal, poe panjang, Nagara tunjung sampurna, nu baheula ka alaman, ngan kahalangan ku poho, sabab poe kamari lain poe ayeuna. (Akherat)
56.       Wayang nyaeta gambaran kahirupan manusa Nu dipipindingingan ku silip sindir, dihalangan ku siloka sareng sasmita, kalayan dirimbunan ku gunung simbul.
57.       Geus loba pangarti nu kapimilik, pangabisa nu geus kapibanda, elmu nu geus katimu. kari diamalkeun
58.       Mipit amit, ngala menta, nyukcruk walungan, mapay wahangan, nete taraje, nincak hamalan, ipis lapis, kandel tapel. (malapah gedang)
59.       Sing waspada jeung permana tinggal. (Waspada)
60.       Inditna ulah ngagidig, nyokotna ulah ngaleos, mawana ulah ngalengkah.
61.       Meredih tina ati, menta tina manah. Menekung kanu Maha Agung, muja brata kanu Maha Kawasa
62.       Pasti teu bisa dipungkir, kadar teu bisa di singlar, papasten nu tumibar.
63.       Sing bisa nilik kana diri, bisa ngukur kana kujur.
64.       Elmu teh bakal ngancik tinu nyaring, bakal cicing dinu eling
65.       Niti wanci nu mustari, ninggal mangsa nu sampurna, kahirupan di dunya taya lian keur taqwa.
66.       Bagja dimana boga sobat medok, istri denok, sawah ledok.
67.       Nu geulis jadi werejit, nu lanjang jadi baruang.
68.       Nyukcruk galur nu kapungkur, mapay laratan anu baheula, nitih wanci nu kamari, ninggang mangsa nu sampurna. Sanajan urang beda tapi sarua, sanajan teu ngahiji tapi sa ati, milari ridho gusti nu Sajati.
69.       Tunggul tong dirurud, catang tong dirumpak, hirup katungkul ku umur, paeh teu nyaho dimangsa. Sing inget kana purwadaksi, purwa wiwitan, daksi wekasan. Hartina sing apal kana diri, asal timana?, cicing dimana? Balik kamana?
70.       Urang teh bakal pinanggih jeung poe akhir, nu ngandung harti poe pamungkas, raga ditinggalkeun nyawa, maot pingaraneunana. Bakal digiring kurung keur kuring, bakal dibulen saeneng-eneng, bakal ngagebleg deui jeung mantena.
71.       Hirup katungkul ku umur, paeh teu apal dimangsa, numatak rinik-rinik kulit harti, cicing harti ngawincik diri, mun nyaah kana raga sing nyaho kana dasar agama.
72.       Positip x posotip= positip. Negative x negative= positip. Positip x negative=negative. Nu bener dibenerkeun eta bener, nu salah disalahkeun eta bener. Nu bener disalahkeun eta salah, nu salah dibenerkeun eta salah.
73.       Ratu tara ngahukum, raja tara nyiksa, melak cabe jadi cabe, melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade, melak goreng jadi goreng.
74.       Ulah taluk pedah jauh, tong hoream pedah anggang, tong cicing pedah tebih jauh kudu dijugjug, anggang kudu diteang, tebih kudu di sungsi
75.       Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan
76.       Neangan luang tipapada urang
77.       Ulah nyaliksik ku buuk leutik
78.       Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina
79.       Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian
80.       Bengkung ngariung bongkok ngaronyok
81.       Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang
82.       Hirup di alam dunya sembaheun anging Gusti nu kagungan urang sadaya, nu ngajadikeun bumi, langit, sawarga, naraka jeung sagala eusina
83.       Hate nu Kalingkung ku wawangunan, kalingker ku papageran.
84.       Miindung ka waktu, mibapa ka zaman
85.       Sabar teh lain  Ditampiling cicing, ditajong morongkol, digebug murungkut.
86.       Sagolek pangkek, sacangred pageuh, teu unggut kalinduan, teu geudag kaanginan.
87.       Meredih kana asihna Gusti, menta kana murahna nu Kawasa.
88.       Jeung dulur mah Jauh silih tepungan, anggang silih teangan, gering silih ubaran, paeh silih lasanan, salah silih benerkeun, poekeun silih caangan, mun poho silih bejaan.
89.       Dedeg sampe, rupa hade, patut teu nganjuk, rupa teu menta, na kalakuan teu beda ti euwah-euwah?
90.       Bisi aya elmu kasungkur-sungkur, pangabisa nu can ka talaah, ajian nu kasingkir-singkir, geura taluktik ti kiwari, geura kotektak ti ayeuna.
91.       Ulah jalir janji lanca-linci luncat mulang udar tina tali gadang
92.       Zaman kiwari mah Anu dakwah kari pertentangna, anu ngaji kari hariringna, tapi kajahatanmah beuki meuweuh
93.       Dimana-manahurung nangtung siang leumpang, caang jalan, lugina hate, kakait ati anu sajati, gagantar rasa anu sampurna, nun gusti .. teupangkeun kuring jeung manehna, meureun aya rasa, rasa bagja anu sampurna salamina
94.       Kateter basa, kalangsu mangsa, katinggaleun poe, nyasab dina waktu, ayeuna, isuk jeung kamari, hiji niat na diri, miharep, ngapimilik anu sajati
95.       Dina sawatara isuk, dina sawatara wanci haneut moyan, dina sawatara poe anu keur dilakonan, dina sawatara harepan, dina sawatara impian, mugi aya dina cageur jeung bageurna, panceg jeung ajegna, hirup jeung huripna, waluya balarea, prung tandang makalangan marengan caang jalan pasampangan
96.       Peun we ah papait ka tukang, kaseudih anu kamari, tunggara anu mangkukna, rek dipendem ameh balem, disimpen cing rikip, ditunda, diecagkeun, moal di teang, moal di ingeut, geus wayahna nyampeur kabagja, geus wayahna ninggali kahareup, ajeug nangtungan hirup, ngabageakeun anjeun anu aya, anjeun anu nyanghareup, anjeun anu aya sajeroning rasa
97.       Panon poe geus moncorong, indung beurang geus nyaangan, gearkeun hate anu aleum, heabkeun rasa anu tiis, bray hibar cahyana ka sakuliah alam dunya, mawa bagja keur urang sararea
98.       Pajajaran kari ngaran, Pangrango geus narikolot, Mandalawangi ngaleungit, Nya dayeuh geus jadi leuweung.
99.       Lamun neda kudu ka Pangeran, mustang ngeumbing mung ka Gusti. Sabab lamun menta ka manusa, matak bosen nganti-nganti
100.   Amit ampun nya paralun, ka Gusti Nu Maha Agung, ka Nabi anu linuhung, Muhammad anu jinunjung
101.   Kaluhur neda papayung, papayung Nu Maha Agung, kahandap neda pangraksa, pangraksa Maha Kawasa
102.   Ampun ka anu Maha Agung, Nu kagungan Kun fayakun, Jleg ngadeg sakur kersa-Na, Bral gumelar kawasa-Na
103.   Lain rek mamatahan nerekel ka monyet, mamatahan ngojay ka soang.
104.   Geura menta hampura kanu jadi bapa, geura menta ampun kanu jadi indung, sabab duanana pangeran urang di alam dunya.
105.   Hariring lain nu kuring, haleuang lain nu urang. Hariring kagungan Nu Maha Wening, Haleuang kagungan Nu Maha Wenang
106.   Jelema mah tungkul tumpuk kalalaputan, tanggah tempat kalalepatan. Samenit ganti sajam robah, sore janji isuk teu dipake
107.   Lain sia kudu melaan agama, tapi agama nu kudu melaan sia. Sabab agama bakal nyalametkeun urang dunya akherat
108.   Sakur nu rek ngarugikeun kana diri, bangsa jeung nagara, cegah ku diri sorangan
109.   Jalma nu iman ka Pangeran, dimana datang bala sobar, datang untung sukur
110.   Geura leungitkeun sirik pidik nu ngancik dina ati, aral subaha nu nyayang dina dada
111.   Ditarima ku panangan dua, disuhun dinu embun-embunan, ditampi ku ati sanubari
112.   Hirup kudu sauyunan, mun cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak. Sapapait samamanis, sabagja satanggung jawab, sareuneuh saigel
113.   Ari nu ngaranna hukum adil teH teu ninian, teu akian, teu indungan, teu bapaan, teu sobat-sobat acan
114.   Dimana urang doraka ka indung bapa, lir ibarat Lamun di lembur kai randu, lamun di leuweung kai dander. Dipake pangorek bingkeng, dipake pamikul bengkung. Dipake suluh matak teu ruhai, matak beuleuweung kanu niupna
115.   Ulah gugur samemeh tempur, ulah perlaya samemeh perang. Indit ka medan jerit ulah dengki, lumampah ka medan dadalaga ulah dendam, lumaku ka medan tempur ulah ujub
116.   Taat sumembah kanu janten rama, sumujud tumut kanu janten ibu
117.   Dihareupeun aya kasusah, ditukang pasti aya kabungah
118.   Dahareun anu asup kanu awak, bakal jadi kulit, jadi daging, jadi sumsum, jadi balung, matak sing ati-ati
119.   Mudah-mudahan urang kakungkung ku rohmat pitulung nu Maha Agung.
120.   Sasanget-sangetna leuweung, moal leuwh sanget tibatan sungut
121.   Manusa mah beda jeung anjing budug di jarian, dimana paeh ngan saukur bilatungan, tapi manusa sajabana ti bilatungan bakal anggih jeung balitungan
122.   Kudu mampu tungkul kanu jukut, ulah tanggah ka sadapan, sing awas kana tincakan
123.   Amit kanu mangku lembur, kanu nyungsi dinu sepi, nu keur genah tumaninah
124.   Sanajan urang paanggang, hatemah paanjang-anjang. Sanajan urang papisah, kanu Maha Kawasa urang sumerah pasrah

Jumat, 22 Agustus 2014 | By: Dudhy Dam

Secuil Tentang Analisa Batubara

Pemirsa bloger sambil belajar ngeblog corat coret sedikit tentang analisa batubara meski cuman secuil, biarlah........
Saya ambil dari pengalaman sendiri tentang apa aja analisa dalam batubara dan bagaimana menganalisanya.
langsung saja permisa bloger ke intinya apa aja itu.:

Sebelumnya sori kalau secuil. hehehe...............................

1. Analisa Proximate

   Analisa proximate terdiri dari beberapa analisa di antaranya
               1. Analisa Kadar air (Moisture)
               2. Analisa Kadar Abu
               3. Analisa Volatile Matter
               4. Analisa Fixed Carbon

   Nah mungkin pemirsa bloger ada yang bertanya tanya apa dan bagaimana analisa tersebut di atas.

Okeh baiklaha kita mulai satu per satu apa itu dan bagaimana melakukannya.

Analisa Kadar Air Batubara (Moisture)

Apa itu analisa kadar air dalam batubara?
dari namanya saja sebenarnya sudah jelas, yaitu mengukur kandungan air dalam batubara saat batubara itu di analisa. Yang menarik dalam kadar air batubara ini, kadar air yang didapat bukanlah kadar air batubara di alam atau saat pengambilan melaikan kadar batubara saat analisa dilaboratorium saja. Kenapa demikian?
wah sebenernya harusnya dijelaskan di awal kenapa demikiannnya tapi ga apalah terlanjur ditulis lanjut saja. Jadi begini pemirsa bloger batubara sebelum di analisa dilaboratorium akan disiapkan sedemikian rupa sehingga siap untuk dianalisa dilaboratorium atau dalam dunia analisa batubara sering disebut sebagai proses preparasi. Dimana batubara yang berasal dari tumpukan atau dari truck atau dari conveyor atau dari stockpile atau dari mana saja yang diambil dengan cara khusus (dalam dunia batubara di sebut sampling)  di proses dengan cara di kecilkan di kurangi beratnya dan mengalami sedikit pemanasan khusus. sehingga akhirnya di kecilkan ukurannya agar mudah di analisa dilaboratorium.
Nah pemirsa bloger itulah sebabnya kenapa kadar air yang dihasilkan bukan kadar air dimana batubara itu di ambil karena pada proses preparasi ada pemanasan khusus terlebih dahulu. (lihat preparasi)
Oke  pemirsa bloger apa itu kadar air (moiture) sudah terjawab nah sekarang Bagaimana Melakukannya?Pemirsa bloger  analisa ini tidaklah terlalu sulit tapi membutuhkan tehnik.
Secara sederhana atau prinsipnya hanyalah bagaimana menguapkan air dalam batubara sampai habis setelah proses preparasi sementara batubara itu tidak boleh terbakar ataupun hangus. Ingat batubara adalah bahan bakar.
Ada cara untuk itu setidaknya berdasarkan yang sudah saya lakukan. Sebenernya berdasarkan prosedur yang di akui dunia, seperti standar ISO atau ASTM dll. kalau mau lihat ke prosedure tersebut silahkan saja cari di standar tersebut.
Inilah pengalaman saya.
sejumlah sample batubara dengan ukuran halus 0.212 mm atau 0.250 mm dipanaskan, tentu saja biar cepat dan batubara tidak gosong ada tehniknya yaitu dipanaskan dengan suhu di atas titik didih air tapi jangan terlalu tinggi.  Kita gunakan oven husus ( lihat Gambar 01) pada suhu 105 oC s/d 110 oC dan ingat itu saja tidak cukup batubara masih bisa gosong. Ada 2 cara setidaknya 2 cara  yang pertama kita paksa airnya keluar cepat2 atau kita tahan agar batubara jadi sukar terbakar.
okeh saya melakukan keduanya. dilakukan selama 1.5 jam
Yang pertama saya gunakan gas tekan tujuannya agar uap air yang sudah terbentuk terdorong dari dalam oven dengan cepat hanya saja jgn terlalu lama dipanaskan akan tetep saja terbakar kalau kelamaan apalagi batubaranya sangat muda.
Yang kedua dengan menggunakan gas yang sukar bereaksi gas inert yaitu gas nitrogen. Jadi saat batubara dipanaskan dialirkan gas nitrogen pada ruangan oven. Dan setelah selesai tinggal di hitung deh kadar airnya.
begitulah cara meng analisa kadar air dalam batubara. Salah satu prosedurnya bisa dilihat disini Penetapan moiture batubara

Gambar 01
                                                                   
Analisa Kadar Abu Batubara

Pemirsa bloger kita lanjut ke analisa kadar abu batubara. Apa itu dan bagaimana.?
Analisa kadar abu batubara adalah proses dimana tujuan akhirnya ingin mendapatkan kadar abu dalam batubara dan ini berbeda dengan kadar air kadar abu batubara ini mencerminkan kadar abu pada asal batubara itu di ambil meski mengalami proses preparasi yang sama dengan analisa kadar air.
kenapa demikian karena semua proses preparasi baik pengurangan ukuran, pengurangan berat pembagian dan pemanasan husus tidak akan mengurangi atau menambah kadar abu pada batubara yang di proses.
Nah pasti pemirsa bloger langsung cling ngeh dan hapal.
tanpa panjang lebar sekarang bagaimana melakukannya.?
berdasarkan pengalaman saya ini juga mudah dan tentu ada tehnik tertentu agar kadar abu yang di dapat adalah kadar yang benar.
pertama kita mebutukan tungku husus agar mudah. Setidaknya seperti gambar 02

gambar 02

pada tungku tersebut ada lubang udaranya agar batubara yang berada didalam terbakar sempurna tapi perlahan. Pemanasarnyanya tidak boleh langsung harus tahap demi tahap. 
Setelah di panaskan beberapa lama waktu tertentu batubara akan habis dan tersisa abu, itulah yang menjadi hitung hitugan kita untuk mengetahui kadar abu pada batubara. 

Analisa Volatile Matter


Pemirsa bloger  selanjutnya adalah analisa volatile matter. Apa itu  dan bagaimana? okeh lanjut........

Volatile atau sering disebut zat terbang pada batubara, jelaga bahasa kerennya atau biar gaya gini kali "volatile matter adalah gugus hidrokarbon dengan rantai alifatik atau rantai lurus." 
Nah itu dia volatile matter dan sekarang cara melakukan analisanya yaitu sejumlah batubara yang sudah di preparasi di panaskan pada suhu tertentu dan waktu tertentu dengan sedikit sekali udara. berbeda dengan analisa kadar abu analisa volatile matter ini sedikit menggunakan udara. Sehingga tungku yang di gunakannya pun tidak memiliki rongga udara seperti tungku untuk analisa kadar abu. Lengkapnya bisa dilihat disini


Fixed Carbon

Pemirsa bloger Fixed Carbon adalah kandungan carbon yang menhasilkan panas saat batubara di bakar nah cara menganalisanya tidak secara langsung  melaikan hasil pengurangan 100-moiture-volatile matter-kadar abu.

Pemirsa bloger  itulah secuil uraian analisa proximate dalam batubara.


2. Analisa Total Moisture

Nah pemirsa bloger yang ini berbeda dengan analisa moisture pada analisa proximate kadar air yang dihasilkan adalah kadar air yang ada pada batubara di mana batubara itu diambil tapi berlaku saat pengambilan saja, karena jika sudah lama bisa berubah bisa terkena hujan atau terkena panas.
Intinya pada analisa  total moiture ini air yang keluar dari sample baik pada proses preparasi ataupun analisa harus tercatat dan akurat. untuk caranya mungkin cukup panjang jadi saya ulas khusus  bisa lihat disini . Prosedur Analisa TM agar cepat hasilnya bisa di lihat disini

3. Analisa Total Sulfure

Pemirsa bloger yang di maksud analisa Total Sulfur adalah banyaknya kandungan sulfur dalam batubara, baik itu sulfure organik atau sulfur an organik. Cara melakukannya yaitu dengan menguapkan sulfur yang ada dalam batu bara kemudian uapnya kita reaksikan dengan oksidator, biasanya yang saya pakai H2Oagar menjadi asam sulfat dan mudah untuk di analisa berdasarkana prinsip reaksi asam basa. Tinggal asam  sulfat yang terbentuk dari pembakaran dengan berat tertentu akan beraksi sempurna dengan H2O2mengahsilkan asam sulfat dan asam sulfat tersebut tinggal di reaksikan dengan basa standar agar diketahui mol terlarutnya. Sehingga Mol sulfurpun akan diketahui dari mol standar basa yang kita gunakan. Sebagai contoh reaksi yang saya gunakan standarnya borax.


Atau dengan cara yang modern yaitu dengan alat canggih semisal menggunakan infa red. 

4. Calorivic Value

Untuk analisa ini jelas sangat diperlukan dalam batubara karena batubara dijual berdasarkan nilai panas. 
Biasanya analisa Calorivic Value ini  menggunakan alat khusus pengukur panas. Prinsip kerja alat tersebut harus bisa mengukur seberapa banyak kalori yang dihasilkan dalam pembakaran sejumlah batubara tertentu.
bisa mengerjakan rumus Q=M.C.Perubahan suhu
Untuk prosedurnya penetapan calori batubara menggunakan PARR

pemirsa bloger sebenarnya masih banyak sekali analisa batubara. Ada HGI, Analisa abu batubara, Ultimate, Ash Fusion Temperature, EQM, MHC, dll.

sumber : http://zodized.blogspot.com

Preparasi Batubara

Pemirsa Bloger pada dasarnya batubara hasil sampling tidak dapat langsung di analisa perlu pengkondisian agar batubara dapat di analisa. pengkondisian tersebut dinamakam preparasi batubara.

Dalam preparasi batubara terkandung beberapa tahapan inti, yaitu pengurangan ukuran, pengurangan jumlah, pembagian dan penurunan kadar air.

Pengurangan ukuran,

Dalam proses ini batubara hasil sampling ukurannya bervariasi sehingga perlu adanya pengurangan ukuran agar dapat di proses. Pengurangan ukuran ini menggunakan alat CRUSHER

Crusher
Ukuran-Ukuran minimal yang di anjurkan

Pembagian Sample dan Pengurangan Jumlah

Setelah ukuran dikurangi maka selanjutya sample akan di kurangi jumlahnya. Dalam pengurangan jumlah sample ini tidak sembarangan begitu saja tapi ada beberapa cara yang bisa di gunakan yaitu Rifling, Fraktional soveling, strip mixing and spiling, increment division dan mekanik.
dengan cara tersebut bisa di tentungan bagian mana yang di ambil dan bagian mana yang akan di buang.

Increment Division
Aduk sample yang akan di bagi dan atau dikurangi tebarkan secara merata dengan ketebalan 2.5 kali ukuran particlenya.
Buat Garis matrik dengan dimensi 4x5 setelah terbentuk matriknya
ambil secara random setiap bagian-bagian yang sudah terpisah dengan garis-garis menggunakan shovel.

Riffling
Adalah alat untuk membagi sample menjadi 2 bagian. satu bagian untuk di buang satu bagian lagi akan di gunakan.

Fraktional soveling
Yaitu dengan cara mengaduk sample yang akan dibagi kemudian bentuklah menjadi sebuah kerucut.
setelah itu ambil dari sample batubara yang kerucut itu sama rata menjadi beberapa bagian.
misalkan dari 1 kerucut tumpukan batubara akan dibagi jadi 5 bagian. maka setiap tunpukan yang lebih kecil mendapatkan jatah yang sama dari kerucut batubara yang besar.
dalam pengambilan bagian-bagiannya gunakanlah shovel. Setelah terbentuk kerucut-kerucut kecil pilih secara acak bagian mana yang di buang bagian mana yang di ambil.

strip mixing and spiling
Cara ini hampir mirip dengan Fraktional soveling hanya saja batubara dibentuk strip atau garis. caranya jatuhkan secara merata batubara dengan menggunakan shovel sepanjang garis yang dibuat. lakukan sampai batubara habis.
Ambil bagian batubara dengan terlebih dahulu sekat batubara dengan menggunakan 2 penyekat sehingga batubara yang berada di tengah sekat kita ambil dengan shovel sampai bagian terkecil. ambil 20 increment untuk satu bagian pemisahan.

Mekanik
Untuk cara mekanik ini sudah otomatis gambarnya seperti ini bagian penampungnya akan berputar konstan

Divider

Pengurangan Kadar Air

Pengurangan kadar air disini agar saat analisa hilangnya air pada batubara terkontrol.
Alat yang biasa di gunakan berupa oven cukup besar biasanya di sebut ruang pengeringan (Draying Shed)
Aturan suhu dan waktu pemanasan yang di bolehkan.

Gambar Draying shed


Pengurangan Ukuran Milling

Yaitu menghaluskan ke ukuran yang lebi kecil agar bisa di analisa di laboratorium.


Pemirsa bloger seperti itulah prisip praparasi sample batubara.

sekian semoga bermanfaat.

sumber : http://zodized.blogspot.com